Organisasi
Beranda » Berita » Menjabat dalam Bayangan, Ario Sebut Eks Ketum HMI Cabang Gorontalo Tak Tahu Diri

Menjabat dalam Bayangan, Ario Sebut Eks Ketum HMI Cabang Gorontalo Tak Tahu Diri

0435.id, Gorontalo – Polemik di tubuh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gorontalo kembali mencuat. Pasalnya, seorang mantan Ketua Umum HMI Cabang Gorontalo dikritik lantaran masih mencantumkan namanya dalam surat resmi yang mengatasnamakan Cipayung Plus sebagai Ketua Umum aktif, padahal secara struktural masa jabatannya telah berakhir.

Hal itu dikecam oleh Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) HMI Cabang Gorontalo, Ario Gumohung, menurutnya, tindakan tersebut mencederai marwah dan disiplin organisasi, serta menimbulkan keresahan di kalangan kader aktif. Tindakan itu juga tidak bisa ditoleransi karena menyangkut prinsip etika kelembagaan dan konstitusional organisasi, Kamis (16/10/2025).

“Sebagai kader Himpunan, kita semua diikat oleh komitmen ideologis, disiplin organisasi, dan integritas moral. Setiap tindakan atas nama organisasi wajib didasarkan pada legitimasi struktural yang sah dan etika yang terjaga,” tegasnya.

Ia menilai, tindakan mantan ketua tersebut bukan sekadar kekhilafan administratif, melainkan pelanggaran etik yang berpotensi merusak citra HMI sebagai organisasi pembinaan intelektual dan moral.

“Ketika seseorang yang tidak lagi memiliki mandat struktural tetap bertindak seolah masih memiliki kewenangan, itu bukan lagi bentuk pengabdian, tetapi pembangkangan terhadap sistem yang dulu ia sendiri jaga,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ramainya Street Cofee di Gorontalo, Tanda Ekonomi Tumbuh atau sekadar ‘Lipstick Efect’?

Lebih jauh, ia mengungkapkan, surat tersebut juga berkaitan dengan permohonan dana kegiatan bertema ‘Menolak Intoleransi dan Merawat Kebhinekaan’, menurutnya, tema tersebut justru menjadi ironi ketika dibarengi dengan tindakan manipulatif dari internal organisasi sendiri.

“Bagaimana kita bisa berbicara soal kejujuran publik dan etika sosial, jika dalam internal organisasi kita membiarkan ketidakbenaran tanpa koreksi?” katanya.

Ia menegaskan, HMI bukan milik satu atau dua orang, melainkan milik kolektif kader yang menjunjung tinggi disiplin, tanggung jawab, dan akhlak perjuangan.

“Sudah saatnya kita menegakkan marwah organisasi. HMI harus tetap berada di jalur yang benar, bukan dikendalikan ambisi pribadi, tetapi menjadi rumah pembinaan intelektual dan moral yang kredibel bagi umat dan bangsa,” tutupnya.

BPD HIPMI Gorontalo dan Afifuddin Kalla Tebar Kepedulian lewat Program “Sapi Qurban”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement