0435.id, Gorontalo – Dinamika sosial dan politik di Kabupaten Bone Bolango kian memanas. Sejumlah isu dan manuver politik mulai menyeret banyak nama, termasuk dari kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Salah satu warga Bone Bolango, Igrifan Hasan, menilai, situasi ini bukan lagi sekadar perbedaan pandangan, tetapi sudah menjadi gerakan terencana untuk menjatuhkan Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, Selasa (4/11/2025).
Dalam keterangannya, Igrifan menyoroti sikap dan gerakan Ketua LSM Bongkar Provinsi Gorontalo, yang disebutnya berubah drastis dari sebelumnya.
“Pungky sudah berubah drastis, dia yang dulu mempersoalkan ijazah Wakil Bupati, sekarang justru mati-matian membelanya. Bagi saya ini tindakan murahan,” tuturnya.
Menurutnya, perubahan sikap tersebut menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Ia menduga keberpihakan Ketua LSM Bongkar itu dilatarbelakangi oleh kepentingan tertentu.
“Keberpihakan seperti itu pasti disinyalir karena uang. Lihat saja apa yang ia lakukan hari ini, dari segi gerakannya bernuansa kepentingan, bahkan gerakan bayaran, sangat disayangkan,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, Igrifan juga mengungkap fakta lain yang mengindikasikan adanya pihak tertentu yang berperan di balik kekacauan politik di Bone Bolango.
Ia mengaku pernah diundang oleh seseorang, untuk membahas soal rencana menjatuhkan Bupati Ismet Mile dari jabatannya.
“Saya pernah diundang oleh RSB sekitar tiga bulan lalu. Dalam pertemuan itu, RSB sendiri yang berbicara soal bagaimana cara menjatuhkan Ismet Mile dari jabatannya,” ungkapnya.
Dari pengalaman itu, Igrifan menilai, berbagai gerakan massa dan opini yang berkembang belakangan ini tidak lahir secara alami, melainkan ada pihak yang mengatur dan memodali.
“Kekacauan yang terjadi di Bone Bolango bukan murni suara rakyat. Ini digerakkan oleh orang di belakang layar dengan kepentingan tertentu, sebagai warga Bone Bolango, saya akan turun langsung menghentikan gerakan-gerakan pecah belah ini, saya muak dengan ini,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih dalam upaya memperoleh kontak pihak-pihak yang disebutkan untuk dimintai keterangan.

Komentar