0435.id – Isu publik terkait pengelolaan Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo belakangan menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah persoalan yang mencuat menyentuh hal-hal sensitif seperti hak petugas, fasilitas masjid, hingga transparansi pengelolaan dana umat.
Menanggapi kondisi tersebut, seorang pelaku usaha digital asal Gorontalo, Iswan Febriyanto Saleh, dalam unggahan akun facebooknya (@Iswan Febriyanto Saleh) pada 23 Januari 2026, menyampaikan tawaran solusi berbasis sistem, bukan kritik.
Dalam pernyataan terbukanya yang ditujukan kepada Wali Kota Gorontalo, Iswan menilai, pengelolaan masjid besar dengan aktivitas tinggi, dana umat, serta banyak sumber daya manusia merupakan tugas yang kompleks dan penuh tantangan.
Menurutnya, persoalan yang muncul kerap bukan disebabkan niat yang keliru, melainkan karena belum adanya sistem pengelolaan yang rapi, terintegrasi, dan transparan.
“Ketika proses masih manual, terpisah-pisah, bergantung pada komunikasi lisan, dan sulit ditelusuri kembali, maka satu keterlambatan kecil saja bisa berkembang menjadi isu besar di ruang publik. Pada titik itu, yang dipertaruhkan bukan hanya operasional masjid, tetapi kepercayaan masyarakat,” urainya.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, Direktur PT. Klik Digital Teknologi itu, menyatakan, kesiapannya memberikan aplikasi manajemen masjid secara gratis untuk digunakan oleh Masjid Baiturrahim.
Aplikasi tersebut dirancang untuk mendukung tata kelola yang lebih profesional, meliputi: 1) Transparansi pemasukan dan pengeluaran dana masjid, 2) Pencatatan honor petugas secara tertib dan terjadwal, 3) Administrasi operasional yang terdokumentasi dengan baik, 4)Laporan yang mudah diakses dan dipertanggungjawabkan, dan 5) Sistem pengelolaan modern tanpa membebani pengurus
Pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Gorontalo itu, menegaskan, bantuan tersebut diberikan tanpa biaya, tanpa kontrak, dan tanpa kepentingan komersial.
“Digitalisasi pengelolaan masjid bukan untuk menggantikan peran takmir, melainkan untuk melindungi mereka dan memastikan amanah umat dikelola dengan lebih tertib,” jelasnya.
CEO dan Mentor Bisnis Digital itu, juga membuka akses demonstrasi aplikasi yang dapat dilihat melalui laman masjid.iswan.id.
Dalam keterangan terakhirnya, ia berharap langkah tetsebut dapat membantu meredakan polemik yang berkembang, memulihkan kepercayaan publik, serta mendorong Masjid Baiturrahim menjadi contoh pengelolaan masjid modern dan amanah di Gorontalo.
“Saya membayangkan Masjid Baiturrahim bisa jadi role model pengelolaan masjid modern di Gorontalo, tertib administrasi, jelas keuangan, dan tetap berlandaskan amanah umat”, pungkasnya.

Komentar