Editorial Nasional
Beranda » Berita » Penguasa Sibuk Telusuri Dalang Provokatif Letupan Demonstrasi, Skenario Tipu Muslihat?

Penguasa Sibuk Telusuri Dalang Provokatif Letupan Demonstrasi, Skenario Tipu Muslihat?

0435.id – Di tengah gelombang unjuk rasa yang membakar jalanan negeri, penguasa sibuk memainkan narasi lama yaitu mencari dalang. Pertanyaan siapa di balik demonstrasi dijadikan tameng untuk menutupi fakta yang lebih telanjang, bahwa justru penguasa sendiri yang menciptakan kemarahan rakyat.

Bagaimana mungkin rakyat tidak marah ketika harga kebutuhan pokok terus melesat, sementara tunjangan pejabat dinaikkan? Bagaimana mungkin rakyat bisa diam ketika lapangan kerja semakin sempit, tetapi korupsi dan pesta fasilitas elite tidak pernah surut? Luka kolektif itu nyata, dan ia tidak lahir dari agitasi politik semata, melainkan dari kebijakan yang menyakiti jutaan orang.

Di jalanan, aparat digerakkan bukan untuk mendengar, melainkan untuk membungkam. Gas air mata, peluru karet, dan pentungan dipakai sebagai bahasa resmi negara terhadap rakyatnya sendiri. Setiap tubuh yang jatuh, setiap darah yang mengalir, menambah bara amarah yang tak lagi bisa dipadamkan oleh propaganda atau provokator semata.

Sementara itu, ruang representasi politik tak lagi dipercaya. Parlemen dipandang sebagai benteng yang rapat menutup diri dari aspirasi rakyat. Partai-partai sibuk menawar kepentingan, meninggalkan kekosongan yang akhirnya diisi oleh suara jalanan.

Ironinya, Presiden memilih meninggalkan negeri di tengah kobaran amarah. Perjalanan ke luar negeri diprioritaskan, sementara rumah sendiri terbakar. Sebuah ironi yang hanya menegaskan bahwa negara abai terhadap jeritan warganya.

Hadiri Debat Kedua Caketum BPP HIPMI dan Rakornas OKK, BPD Gorontalo Siap Sukseskan Munas

Maka jelas, yang melahirkan demonstrasi bukanlah dalang misterius, melainkan penguasa itu sendiri dengan kebijakan yang timpang, kekerasan yang membabi buta, dan ketidakpedulian yang menyakitkan.

Pada akhirnya, skenario tipu muslihat seperti ini sebagai kiasan bahwa rakyat gampang dikhianati. Penguasa yang menyalakan api, malah rakyat yang disalahkan dengan mencari siapa dalang dari provokatitf saat demonstrasi meletup.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement