0435.id – Di sebuah malam yang dipenuhi suasana syukur Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta, nama Provinsi Gorontalo dipanggil dengan kebanggaan tersendiri. Di tengah tepuk tangan yang menggema dalam agenda tasyakuran yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Gorontalo berdiri di posisi tertinggi sebagai penerima penghargaan terbaik 1 nasional atas praktik baik pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.
Penghargaan itu diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, AP, M.Ec.Dev, Senin malam (25/5/2026). Di balik penghargaan tersebut, tersimpan cerita panjang tentang kerja kolektif, koordinasi yang nyaris tanpa jeda, hingga kesungguhan memastikan setiap sekolah dan siswa di Gorontalo tetap terlibat dalam evaluasi pendidikan nasional.
Provinsi Gorontalo bahkan berhasil mengungguli Jawa Tengah dan Papua yang berada di posisi tiga besar nasional. Sebuah capaian yang tidak lahir dari keberuntungan sesaat, melainkan dari ketelitian membangun sistem kerja yang rapi hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Bagi Sudarman Samad, penghargaan itu bukan sekadar simbol prestasi administratif. Ada wajah-wajah guru, operator sekolah, teknisi, pengawas, hingga para siswa yang menurutnya menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut.
“Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), partisipasi satuan pendidikan mencapai 99,68 persen dengan tingkat partisipasi siswa sebesar 99,33 persen. Pada jenjang SMP, partisipasi sekolah mencapai 99,71 persen dengan tingkat partisipasi siswa sebesar 99,01 persen. Capaian luar biasa juga terlihat pada tingkat pendidikan menengah, di mana tingkat partisipasi peserta untuk jenjang SMA mencapai 99,03 persen dan SMK menembus 99,43 persen,” ujar Sudarman.
Angka-angka itu tidak hadir begitu saja. Di baliknya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo membangun pola pendampingan yang intens kepada tim teknis kabupaten/kota. Sosialisasi dilakukan tidak hanya melalui pertemuan tatap muka, tetapi juga virtual, memastikan seluruh pelaksana memahami prosedur dan mekanisme pelaksanaan TKA secara menyeluruh.
Bahkan ketika kendala teknis muncul di lapangan, tim provinsi membuka layanan pengaduan melalui Zoom Meeting agar persoalan bisa segera diselesaikan tanpa menghambat jalannya pelaksanaan tes.
“Tim secara proaktif membuka layanan pengaduan melalui Zoom Meeting untuk mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang dilaporkan oleh tim teknis di tingkat kabupaten/kota,” sambungnya.
Nuansa kolaboratif juga terasa dari cara Gorontalo membangun posko TKA-AN yang disatukan dengan posko penyelia. Langkah itu membuat koordinasi menjadi lebih cepat dan efisien. Tim penyelia pun dipilih dari guru dan pengawas yang telah memiliki pengalaman sebagai helpdesk UNBK maupun ANBK tingkat provinsi, sehingga persoalan teknis dapat ditangani dengan lebih sigap.
Di bawah koordinasi Sudarman Samad, komunikasi lintas lembaga turut diperkuat. Mulai dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Kementerian Agama, hingga Dinas Pendidikan kabupaten/kota bergerak dalam irama yang sama demi memastikan pelaksanaan TKA berjalan optimal.
Penghargaan nasional ini pada akhirnya bukan hanya tentang posisi terbaik pertama. Lebih dari itu, yakni menjadi penanda bahwa di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie, lewat tangan dinginya Kadis Dikbud Sudarman Samad, pendidikan di Gorontalo sedang berjalan dengan semangat gotong royong dan keseriusan untuk terus bertumbuh.
Bagi Sudarman, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa pekerjaan besar pendidikan belum selesai. Namun setidaknya, dari Jakarta malam itu, Gorontalo pulang membawa keyakinan bahwa daerah kecil di Sulawesi itu mampu berdiri sejajar, bahkan melampaui banyak daerah lain dalam urusan membangun mutu pendidikan.
“Kolaborasi jadi kunci,” tutupnya singkat.

Komentar