0435.id – Partai Golongan Karya (Golkar) akhirnya mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan salah satu kadernya, Adies Kadir, yang menduduki jabatan strategis sebagai Wakil Ketua DPR RI. Adies Kadir dinonaktifkan terhitung sejak 1 September 2025.
Keputusan ini diumumkan di tengah gelombang protes rakyat yang masih menggema, di mana gedung DPRD dibakar dan rumah sejumlah pejabat dijarah massa.
Langkah partai berlambang pohon beringin ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Sekretaris Jenderal DPP Golkar dalam keterangannya menegaskan, penonaktifan dilakukan demi menjaga marwah partai serta meredam amarah publik yang semakin tak terbendung.
Namun, di mata masyarakat, keputusan itu belum cukup. Banyak yang menilai tindakan Golkar hanya sebatas panggung politik untuk meredam tekanan, bukan sebagai keseriusan menyelesaikan akar persoalan. Nonaktif bukan berarti selesai, rakyat butuh pembuktian nyata, bukan sekadar pencitraan.
Penonaktifan Wakil Ketua DPR RI ini menambah daftar panjang kader partai politik yang tumbang akibat tekanan rakyat. Situasi ini sekaligus memperlihatkan rapuhnya legitimasi wakil rakyat di tengah krisis kepercayaan.
Bagi Golkar, langkah ini bisa menjadi ujian, apakah benar-benar berpihak pada rakyat atau hanya sebatas menyelamatkan wajah partai di tengah badai politik.

Komentar