0435.id – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, melontarkan peringatan keras terkait maraknya isu adu domba antara Presiden Prabowo Subianto dan pendahulunya, Joko Widodo (Jokowi). Ia menyebut ada gerakan sistematis di media sosial yang sengaja dimainkan untuk menciptakan perpecahan.
Menurut Kaesang, narasi yang berusaha menggambarkan adanya ketegangan antara Jokowi dan Prabowo adalah kebohongan yang menyesatkan publik, Senin (1/9/2025).
“Pak Jokowi dan Pak Prabowo itu hubungannya sangat baik. Jadi kalau ada yang coba-coba adu domba, itu jelas bohong dan menyesatkan,” tegas Kaesang.
Kaesang menilai praktik adu domba semacam ini bukan hal baru. Biasanya, isu tersebut muncul ketika ada pergantian kepemimpinan untuk menciptakan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah.
“Setiap kali ada transisi, selalu saja ada yang mencoba meniupkan isu. Tapi publik jangan gampang percaya. Yang rugi kita semua kalau bangsa ini terus dipecah-belah,” katanya.
Lebih lanjut, Kaesang memastikan bahwa Jokowi mendukung penuh pemerintahan Prabowo–Gibran. Komunikasi kedua tokoh disebutnya berlangsung baik, termasuk dalam pembahasan program pembangunan ke depan.
“Transisi ini harusnya jadi momentum persatuan, bukan perpecahan. Mari kawal bersama agar pemerintahan baru bisa bekerja untuk rakyat,” ujar putra bungsu Jokowi itu.
Kaesang juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi di media sosial. Ia meminta agar publik tidak gampang terprovokasi oleh isu-isu yang sengaja dipelintir.
“Jangan mau diadu domba. Fokus saja mendukung kerja nyata pemerintahan agar bangsa ini semakin maju,” tambahnya.
Pernyataan Kaesang ini menjadi penegasan bahwa rumor keretakan Jokowi dan Prabowo tidak benar. Sebaliknya, hubungan keduanya disebut solid dan saling mendukung demi keberlanjutan pembangunan.

Komentar