Daerah
Beranda » Berita » HMI Cabang Gorontalo Rumuskan Solusi Perkotaan dalam Dialog Pemuda dan Seminar Ekonomi

HMI Cabang Gorontalo Rumuskan Solusi Perkotaan dalam Dialog Pemuda dan Seminar Ekonomi

Dialog Kepemudaan dan Seminar Ekonomi yang digelar di Drown Coffee, Kota Gorontalo

0435.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gorontalo melaksanakan Dialog Kepemudaan yang dirangkaikan dengan Seminar Ekonomi Pembangunan, menghadirkan berbagai pihak lintas profesi dan lembaga strategis. Kegiatan ini berlangsung selama satu jam setengah dengan suasana diskusi yang dinamis dan konstruktif, melahirkan beragam gagasan, analisis, serta rekomendasi kebijakan bagi kemajuan Kota Gorontalo, Jum’at (31/10/2025).

Acara tersebut menghadirkan ahli tata ruang dan transportasi kota yang diwakili oleh Bang Otoy, selaku Ketua Insinyur Kabupaten Gorontalo, serta melibatkan akademisi, pengamat ekonomi pembangunan yang di wakili oleh Iswan Febriyanto Saleh Ketua bidang UMKM BPD HIPMI Gorontalo, dan Andi Aulia Arifudin selaku Sekretaris Umum KNPI Kota Gorontalo.

Dalam kegiatan tersebut, Kabid PTKP HMI Cabang Gorontalo, Syawal Hamjati, membacakan policy brief yang memuat hasil kajian dari berbagai perspektif, mulai dari aspek ekonomi, tata ruang, sosial hingga hukum. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen HMI dalam mengawal arah pembangunan daerah agar lebih terencana dan berkeadilan.

“Dialog ini bukan sekadar ajang berbicara, tetapi ruang untuk menghadirkan solusi nyata. Kami ingin HMI hadir sebagai mitra kritis pemerintah yang memberikan rekomendasi berbasis kajian dan data,” ujar Syawal.

Dari hasil dialog, muncul beberapa rekomendasi penting yang diharapkan dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota Gorontalo, di antaranya:

Erwinsyah Ismail Tegaskan Rumah Sakit Bukan Mesin Pendapatan Daerah, Melainkan Pelayanan Kemanusiaan

1. Penataan parkir perkotaan perlu dibenahi secara serius karena sistem yang belum teratur berpotensi menimbulkan kemacetan. Pemerintah diimbau untuk bertindak proaktif, tidak menunggu kemacetan terjadi baru mengambil langkah.
2. Trotoar kota harus difungsikan kembali sesuai peruntukannya sebagai sarana pejalan kaki, bukan untuk aktivitas yang mengganggu kenyamanan publik.
3. Pemberdayaan UMKM diharapkan diarahkan pada kebijakan jangka panjang yang berkelanjutan, bukan hanya program sesaat yang tidak menyentuh akar persoalan.

HMI Cabang Gorontalo juga menyoroti kawasan Jalan Andalas dan Jalan Eks Panjaitan, yang merupakan bagian dari jalur arteri kota dan memiliki fungsi strategis dalam sistem transportasi. Pemanfaatan ruang di kawasan ini harus memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pelaku UMKM dan kepentingan publik yang lebih luas.

Sebagai catatan tambahan, HMI merekomendasikan agar pemerintah kota melakukan pendataan komprehensif terhadap UMKM di sepanjang Jalan Andalas dan Panjaitan, sehingga dapat dirumuskan solusi yang lebih tepat dan berkeadilan bagi seluruh pelaku usaha di Kota Gorontalo.

Menutup kegiatan, Syawal Hamjati menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual HMI terhadap daerahnya.

“Ini adalah komitmen kami sebagai mitra kritis pemerintah. Kami tidak ingin terjebak dalam polemik yang terjadi, tetapi berusaha menghadirkan rekomendasi solutif berdasarkan hasil kajian dan analisis data dari kerja kolektif fungsionaris lintas bidang di HMI Cabang Gorontalo,” tegasnya.

Ramainya Street Cofee di Gorontalo, Tanda Ekonomi Tumbuh atau sekadar ‘Lipstick Efect’?

Pada akhir dialog, Syawal berharap hasil rekomendasi ini dapat di terima dengan baik oleh pemerintah kota secara khusus dan pemerintah provinsi secara umu nya, selain itu kami juga menegaskan akan segera membuatkan hasil analisis dan dialog ini dalam bentuk rekomendasi kepada pemerintah kota dan provinsi gorontalo sebagai bahan kajian pemetaan kebijakan demi tercapainya daerah yang humanis dan mandiri akan ekonomi, pungkas syawal

Melalui dialog ini, HMI Cabang Gorontalo menunjukkan peran aktifnya sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam bentuk pemikiran, gagasan, dan solusi terhadap problem pembangunan di daerah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement