Oleh: Rifaldi Halang
Ketua KAMMI Wilayah Gorontalo
0435.id – Setiap jiwa memiliki waktunya. Kita percaya bahwa hidup dan mati adalah bagian dari takdir Allah yang tidak bisa ditolak. Namun, di balik setiap peristiwa yang disebut “takdir”, selalu ada ruang bagi manusia untuk belajar, bahwa takdir tidak pernah menjadi alasan untuk menutup mata dari kelalaian.
Beberapa hari lalu, seorang kader KAMMI Gorontalo, Cindrawati Rahman, meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di ruas jalan Desa Luhu, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Ia dilindas oleh kendaraan kontainer di kawasan yang ternyata terdapat timbunan material di bahu jalan. Sekilas tampak seperti kecelakaan biasa. Namun jika kita menengok lebih dalam, tragedi ini memperlihatkan betapa rentannya keselamatan publik di sekitar kita akibat pengawasan yang longgar.
Timbunan material di sisi jalan seharusnya tidak dibiarkan begitu saja. Ia bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga membahayakan nyawa. Begitu pula kendaraan kontainer dan truk besar yang lalu lalang tanpa pengaturan waktu dan jalur yang jelas. Semua ini adalah potret dari kelalaian yang terabaikan.
Kita ridho dengan kematian, tapi kita tidak bisa ridho dengan sebab-sebab yang sebenarnya bisa dicegah. Pemerintah daerah tidak boleh menganggap ini sebagai kecelakaan biasa. Ada tanggung jawab moral dan administratif yang harus ditegakkan. Mulai menertibkan timbunan material di sepanjang jalan umum, mengatur waktu operasional kendaraan berat, dan memastikan setiap pelintas jalan merasa aman.
Lebih dari itu, pihak pemilik kontainer juga tidak bisa lepas dari tanggung jawab moral. Setiap pengusaha dan pemilik armada tidak hanya bertanggung jawab atas muatannya, tetapi juga atas keselamatan orang-orang di jalan yang dilaluinya.
Kematian memang tak bisa ditolak, tapi kelalaian bisa dicegah. Tragedi yang menimpa kader kami seharusnya menjadi pengingat bahwa keselamatan publik bukan urusan sampingan, melainkan amanah yang harus dijaga bersama.
Kita boleh bersedih, kita boleh ridho atas takdir, tapi jangan pernah tenang di hadapan kelalaian yang mengancam nyawa.
Mari kita saling jaga. Jaga diri, jaga orang lain, dan jaga keselamatan bersama. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari bahaya dan bencana akibat kelalaian yang sering kita abaikan.
Kita doakan bersama almarhumah Cindrawati Rahman mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan balasan terbaik atas kesabaran mereka dalam menghadapi ujian ini.
Kepergian beliau meninggalkan duka yang dalam, banyak yang menangis, banyak yang berdoa, dan banyak pula yang berharap agar kejadian seperti ini tidak pernah terulang lagi di jalan yang seharusnya menjadi penghubung, bukan tempat pemberhentian terakhir.
Al-Fatihah.

Komentar