0435.id, Gorontalo – Pekerjaan pembangunan jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I) Randangan yang dikerjakan oleh PT. Citra Putra Laterang kembali menuai sorotan publik. Pasalnya, proyek tersebut diduga ada manipulasi administrasi dan transaksi tidak wajar antara kontraktor dan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Gorontalo.
Informasi yang diperoleh redaksi dari sumber yang enggan disebutkan, menyebutkan, proyek ini seharusnya dijalankan dengan personil teknis lengkap, sesuai kontrak kerja yang telah disepakati. Namun, temuan di lapangan menunjukkan hanya sebagian kecil personil yang benar-benar bekerja di lokasi, Selasa (21/10/2025)
“Yang seharusnya personil lengkap turun bekerja, tapi faktanya hanya sedikit yang terlihat di lapangan. Ini jelas menimbulkan tanda tanya besar, janhan sampai ada main-main”, ungkapnya.
Dugaan ketidaksesuaian antara dokumen administrasi dan kondisi nyata di lapangan itu, menurutnya, telah menjadi bahan kajian dan laporan awal ke Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Dalam laporan tersebut, manipulasi administrasi menjadi salah satu poin utama yang tengah disoroti.
Selain persoalan administrasi, ia menilai adanya dugaan transaksi antara pihak kontraktor dan pejabat di lingkungan BWS Gorontalo. Ia menyebutkan, oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diduga mengetahui bahkan berperan dalam proses persetujuan kegiatan yang kini dipersoalkan.
“Integritas dan kredibilitas PPK sangat menentukan. Kalau ada indikasi PPK tahu dan membiarkan, maka itu sudah termasuk permainan gelap,” tegasnya.
Sementara itu, pihak pengawas pekerjaan saat dhibungi, menyampaikan, pihaknya tidak tahu menahu masalah tersebut.
“Coba dikonfirmasi sama PPK ya, saya tidak tahu masalah ini, karena saya hanya pengawas”, ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih dalam upaya memperoleh keterangan resmi dari pihak PPK Balai Wilayah Sungai Gorontalo.

Komentar