0435.id, Gorontalo – Publik Gorontalo baru-baru ini dihebohkan dengan viralnya video seorang laki-laki yang menggunakan pakaian tak senonoh hingga menyerupai perempuan di Pantai Botubarani Wisata Hiu Paus, Kabupaten Bone Bolango. Bukan sekadar persoalan teknis berpakaian, melainkan soal manfaat dan dampak sosial yang lebih luas.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai, peristiwa tersebut harus dikaitkan langsung dengan surat edaran pemerintah yang melarang laki-laki mengenakan pakaian perempuan. Aturan itu bukan tanpa alasan. Di berbagai daerah, termasuk Gorontalo, pernah muncul insiden kekerasan dan amukan massa akibat perilaku yang dianggap menyinggung norma dan nilai lokal, Kamis (18/9/2025).
“Kalau dibiarkan, hal seperti ini bisa memicu reaksi keras masyarakat. Jangan sampai terjadi penganiayaan hanya karena pemerintah dan aparat tidak mampu mengantisipasi keresahan publik,” Ungkap salah satu pemerhati sosial yang enggan disebutkan namanya.
Menurutnya, masyarakat Gorontalo dikenal menjunjung tinggi semboyan “Adat bersendikan syara, syara bersendikan Kitabullah”. Karena itu, tindakan yang dianggap menodai nilai agama dan adat dapat menimbulkan gejolak jika tidak ditangani dengan bijak.
Pemerintah diminta tidak berhenti pada imbauan, tetapi melanjutkan langkah lebih keras dan terukur, baik dalam bentuk sosialisasi, pengawasan, maupun penindakan. Hal ini untuk mencegah agar potensi konflik horizontal, di mana masyarakat mengambil hukum di tangan sendiri tidak lagi terjadi.
“Ini bukan sekadar soal pakaian, tetapi soal ketertiban umum dan keharmonisan sosial. Pemerintah harus hadir sebelum masyarakat bertindak sendiri,” Tegasnya.

Komentar