Opini
Beranda » Berita » Jangan Seret HMI Cabang Gorontalo ke Pusaran Konflik Politik

Jangan Seret HMI Cabang Gorontalo ke Pusaran Konflik Politik

Wasekbid PAO HMI Cabang Gorontalo, Agung Bobihu

Oleh: Agung Bobihu
Wasekbid PAO HMI Cabang Gorontalo

‎0435.id – Pernyataan Wakil Wali Kota Gorontalo dalam pemberitaan rgol.id berjudul ‘Mari Kurangi Bicara Politik, Wawali Berharap HMI Jadi Pelopor Perubahan’ perlu kami luruskan agar publik tidak disesatkan oleh narasi yang keliru.

‎Sebagai Wasekbid PAO Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gorontalo, saya menegaskan, bahwa kami tidak pernah menyatakan diri berkiblat kepada Pemerintah Kota Gorontalo maupun menjadikan pemerintahan sebagai patron gerakan. HMI adalah organisasi independen, berdiri di atas nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, bukan di bawah bayang-bayang kepentingan politik siapa pun.

‎Kegiatan yang kami selenggarakan seperti dialog pemuda terkait sinkronisasi Undang-Undang dan kemajuan ekonomi masyarakat tidak dimaksudkan untuk berpihak, apalagi membela salah satu pihak dalam polemik antara Pemkot dan Pemprov. Justru kegiatan tersebut lahir dari semangat akademis untuk mendudukkan persoalan secara proporsional dan objektif.

‎Benar, undang-undang mengatur bahwa trotoar adalah ruang publik bagi pejalan kaki. Namun, perlu pula dipahami bahwa pemerintah memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk memajukan ekonomi rakyat kecil. Di sinilah kami ingin menghadirkan ruang diskusi kritis bukan propaganda.

‎Oleh karena itu, kami menilai pernyataan Wakil Wali Kota yang seolah-olah mengaitkan HMI dengan kepentingan politik Pemkot adalah bentuk penggiringan opini yang tidak sehat. Narasi seperti itu hanya memperkeruh suasana dan berpotensi menyeret organisasi mahasiswa ke dalam konflik politik lokal yang sejatinya bukan urusan kami.

‎HMI Cabang Gorontalo berdiri di garis independensi. Kami tidak tunduk pada tekanan politik, tidak meminjam panggung kekuasaan, dan tidak pula menjadi alat pembenaran bagi siapa pun.
‎Kami menyerukan kepada semua pihak, terutama pejabat publik, untuk berhenti menjadikan HMI sebagai objek politik atau bahan pembentuk citra. Jika ingin membangun Gorontalo, maka bangunlah dengan dialog, bukan dengan menggiring nama organisasi mahasiswa ke dalam arena politik kekuasaan.

‎HMI akan terus menjadi pelopor perubahan, tapi bukan dalam kerangka politik praktis melainkan dalam perjuangan intelektual, sosial, dan moral demi kemajuan masyarakat Gorontalo dan bangsa Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement