0435.id, Gorontalo – Isu ketertinggalan pembangunan di Kecamatan Pinogu kembali mencuat dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Aliansi Pinogu Merdeka (APM) di Gedung DPRD Kabupaten Bone Bolango, Senin (6/10/2025).
Kegiatan yang menghadirkan jajaran Forkopimda Provinsi dan Kabupaten Bone Bolango, legislatif, tokoh masyarakat, serta organisasi kepemudaan itu menjadi momentum penting penyampaian aspirasi masyarakat Pinogu, terutama terkait tiga kebutuhan mendasar, yaitu akses jalan, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Ketua Panitia FGD, Heriyanto Harmain, dalam sambutannya, menerangkan, kegiatan tersebut lahir dari kepedulian masyarakat terhadap nasib Pinogu yang hingga kini masih jauh tertinggal dari daerah lain.
“FGD ini bukan sekadar ajang berdiskusi, tapi bentuk komitmen nyata untuk memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat Pinogu. Kami ingin pemerintah melihat bahwa di balik keterpencilan wilayah ini, ada harapan besar untuk hidup lebih layak,” terangnya
Menurutnya, keterisolasian Pinogu selama ini tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga menyentuh kebutuhan paling mendasar seperti pendidikan dan kesehatan. Akses jalan yang rusak parah membuat pergerakan masyarakat terhambat, fasilitas sekolah yang minim menghambat mutu pendidikan, dan pelayanan kesehatan pun jauh dari kata layak.
“Selama ini, warga Pinogu harus menempuh perjalanan panjang dan berisiko hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan atau menjual hasil pertanian. Itu harus segera diakhiri. Negara punya kewajiban menghadirkan pembangunan yang adil, sebab Pinogu juga Indonesia,” tambahnya.
Putra Daerah Bone Bolango itu, berharap, agar hasil dari FGD tidak berhenti pada tataran retorika semata. Ia mendorong pemerintah daerah dan legislatif terus mengawal lahirnya kebijakan konkret, hingga memperjuangkan kepentingan rakyat Pinogu.
“Kami ingin forum ini menjadi pijakan awal lahirnya keputusan strategis, sebab yang kami perjuangkan adalah masa depan masyarakat Pinogu, bukan kepentingan kelompok semata,” pungkasnya

Komentar