Daerah
Beranda » Berita » Barisan Muda IKA SMANSA Gorontalo Desak Islah Total, Tolak Dualisme dan Perpecahan

Barisan Muda IKA SMANSA Gorontalo Desak Islah Total, Tolak Dualisme dan Perpecahan

Rio Pala

0435.id – Barisan Muda Ikatan Alumni SMAN 1 (IKA SMANSA) Gorontalo, melayangkan suara tegas terhadap kondisi internal yang belakangan diwarnai dualisme dan perpecahan.

Suara tegas itu datang dari Ketua Angkatan 2006, Rio Pala, menurutnya, ‘Barisan Muda’ berdiri bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan untuk menyadarkan seluruh elemen alumni agar kembali pada semangat awal berdirinya organisasi.

“IKA Smansa bukan organisasi ideologi, melainkan organisasi emosional, tempat di mana rasa kekeluargaan dan silaturahmi menjadi napas utama,” tegasnya.

Ia menyayangkan munculnya dualisme kepengurusan yang dinilai mencederai nilai-nilai persaudaraan sesama alumni. Baginya, perebutan kekuasaan dan kepentingan pribadi telah menjauhkan IKA Smansa dari jati dirinya sebagai wadah pemersatu.

“Hari ini kami diperlihatkan sesuatu yang memalukan, dualisme, ego, dan perebutan kekuasaan. Kami muak melihat hal itu. Dulu IKA Smansa adalah rumah, bukan arena perebutan panggung,” katanya.

Erwinsyah Ismail Tegaskan Rumah Sakit Bukan Mesin Pendapatan Daerah, Melainkan Pelayanan Kemanusiaan

Barisan Muda, lanjut Rio, menolak mewarisi perpecahan yang ditinggalkan para senior. Mereka menyerukan islah total dan menyeluruh, bukan demi individu atau kelompok tertentu, tetapi demi menjaga nama besar IKA Smansa.

“Kami tidak butuh dua kubu, kami butuh satu keluarga. Kami tidak mencari siapa benar atau salah, kami hanya mencari siapa yang masih punya nurani untuk menyatukan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, seruan keras kepada para senior agar kembali menunjukkan keteladanan. Mereka meminta agar kepemimpinan ditunjukkan melalui semangat persatuan, bukan pertarungan kepentingan.

“Kami mohon, tapi juga menuntut ajari kami arti persatuan, bukan perpecahan. Berhentilah menjadi contoh buruk yang memaksa kami belajar berpisah. Kami ingin belajar bagaimana caranya bersatu,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Barisan Muda menegaskan tidak memiliki ambisi politik ataupun kepentingan kekuasaan. Mereka hanya ingin menjaga marwah dan kehormatan almamater.

Muslub IBCA MMA Kota Gorontalo Tetapkan Moh Reddah Mardjun sebagai Ketua

“Kami Barisan Muda tidak bermain lembut. Kami hanya punya hati untuk Smansa. Selama napas kami masih satu dalam nama besar almamater, kami akan berdiri di barisan yang sama, barisan yang berani berkata benar meski sendirian. Lebih baik kehilangan posisi daripada kehilangan persaudaraan, ‘Angkatan duaribuaan siap mendorong Islah demi satu nama, satu jiwa, satu Smansa’,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement