0435.id – Pernyataan keras disampaikan oleh Rival Kidamu terkait sosok Andi Ilham yang disebut-sebut maju dalam kontestasi Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Gorontalo, Senin (23/3/2026).
Rival menilai, Andi Ilham selama ini kerap mengklaim mendapat dukungan dari sejumlah tokoh di Gorontalo. Namun menurutnya, klaim tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan berpotensi menyesatkan opini publik.
“Yang bersangkutan ini terlalu banyak mengklaim dukungan sana-sini. Seolah-olah didukung banyak tokoh, padahal faktanya tidak demikian, kalau lombo jangan bertarung, ” ujar Rival Kidamu dalam keterangannya kepada awak media.
Ia bahkan mempertanyakan kelayakan Andi Ilham untuk memimpin organisasi sebesar Kadin Provinsi Gorontalo apabila pola komunikasi yang dibangun hanya sebatas klaim sepihak tanpa bukti nyata.
Menurutnya, kepemimpinan di tubuh Kadin membutuhkan figur yang memiliki rekam jejak jelas, integritas, serta dukungan yang nyata dari pelaku usaha, bukan sekadar pencitraan.
“Kalau hanya ingin tampil dan menempel nama dengan tokoh-tokoh tertentu tanpa dukungan yang sah, itu bukan cerminan kepemimpinan yang baik,” tegasnya.
Selain itu, Rival juga meminta kepada pengurus Kadin Provinsi Gorontalo agar lebih selektif dalam menentukan figur pemimpin, dengan melihat sosok yang benar-benar berkontribusi dalam membangun organisasi, bukan hanya mengandalkan klaim kedekatan dengan tokoh-tokoh tertentu.
Ia menilai, memilih pemimpin tanpa rekam jejak perjuangan yang jelas sama halnya dengan memilih figur yang tidak memiliki semangat juang dalam membesarkan organisasi.
“Saya minta pengurus Kadin Provinsi benar-benar melihat orang yang betul-betul membangun Kadin tanpa harus mengklaim dukungan dari tokoh-tokoh Gorontalo. Kalau hanya memilih figur seperti itu, sama saja memilih orang yang tidak berjiwa petarung,” tambahnya.
Rival juga mengingatkan agar seluruh kandidat dalam kontestasi Ketua Kadin tetap menjaga etika dan transparansi dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Dinamika dalam organisasi sekelas Kadin harus dijaga agar tetap sehat dan tidak dipenuhi klaim yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman mata publik”, tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih dalam upaya memperoleh kontak pihak yanh disebut untuk dimintai keterangan.

Komentar