0435.id, Gorontalo – Dunia kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali diguncang kabar duka. MJ (19), mahasiswa semester 3 asal Sulawesi Tenggara, meregang nyawa usai mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala Butaiyo Nusa Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Senin (22/9/2025).
Kegiatan yang berlangsung sejak 18 hingga 21 September 2025 di kawasan Suwawa Tengah, Bone Bolango, berubah menjadi sorotan publik. Pertanyaan besar pun mencuat, bagaimana mungkin seorang peserta yang sudah mengeluh sakit, bahkan sempat meminta izin untuk berhenti, akhirnya tetap kehilangan nyawa?
Kepada awak media 0435.id, keluarga korban, Iksan, mengungkapkan fakta memilukan di balik kejadian itu. Menurutnya, almarhum berangkat mengikuti kegiatan dalam kondisi sehat. Namun saat prosesi penerimaan, leher korban sudah mengalami memar dan pembengkakan akibat benturan.
“Adik saya sudah minta izin untuk pulang karena lehernya bengkak, tapi panitia Mapala tidak memberikan izin. Mereka memaksa harus mengikuti kegiatan sampai selesai, padahal posisi adik saya sudah kesakitan,” Ujar Iksan dengan nada geram.
Tak hanya itu, pihak keluarga juga menyesalkan sikap panitia yang dianggap tidak bertanggung jawab. Alih-alih membawa korban ke rumah sakit, panitia justru membiarkan kondisi MJ semakin memburuk.
“Adik saya malah menelpon minta dijemput teman karena sudah sesak napas. Panitia sama sekali tidak ada itikad baik untuk mengantarkan ke rumah sakit,” Tegasnya.
Korban akhirnya dilarikan ke rumah sakit, namun upaya penyelamatan sudah terlambat. Luka lebam dan bengkak di leher membuat kondisinya semakin kritis hingga akhirnya tak tertolong.
Tragedi ini tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan pertanyaan serius tentang keamanan dan tanggung jawab dalam kegiatan perkaderan kampus. Apakah keselamatan peserta benar-benar menjadi prioritas, atau sekadar formalitas yang dikorbankan atas nama tradisi organisasi?
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan. Awak media 0435.id juga telah berupaya menghubungi Ketua Mapala Butaiyo Nusa UNG untuk dimintakan keterangan resmi. Namun, nomor telepon yang bersangkutan belum aktif dan konfirmasi belum diperoleh.

Komentar